Kesalahan yang harus Dihindari Saat Menjalankan Bisnis MLM

Di antara masyarakat, pasti sudah banyak yang pernah mendengar cerita sukses tentang orang-orang yang tergabung dalam dunia bisnis MLM atau Multi Level Marketing. Misalnya yang sebelumnya bangkrut, namun dalam waktu singkat langsung menjadi sukses kembali bahkan menjadi orang kaya.
Penghasilannya mencapai puluhan juta rupiah per bulan.

Selanjutnya masyarakat yang melihat atau mendengar kisah seperti ini, langsung tertarik dan segera ikut menekuni bisnis MLM. Hanya saja dalam perjalanannya mereka tidak bisa meraih kesuksesan besar sebagaimana yang diimpikan sebelumnya. Bahkan tidak jarang yang justru menuai kegagalan total dan tetap miskin secara finansial.

Kenapa hal ini bisa terjadi?, sebab banyak orang yang baru saja bergabung pada bisnis MLM sering melakukan kesalahan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Untuk itu, agar hal ini tidak terjadi lagi, sebaiknya mau belajar untuk menghindari dari kesalahan-kesalahan yang acapkali menghinggapi pelaku baru dari bisnis MLM tersebut. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Beranggapan Jika MLM Merupakan Bisnis Tanpa Kerja Keras

Selama ini banyak orang yang berprasangka jika MLM itu merupakan sebuah bisnis dengan sederhana, sehingga tidak membutuhkan kerja keras dalam menggapai kesuksesan. Selain itu tidak sedikit pula yang berpikir bila bisnis ini dalam jangka waktu beberapa bulan saja, dapat mendatangkan profit atau komisi penjualan dan bonus hingga puluhan juta rupiah.

Pemikiran semacam ini adalah sebuah pandangan yang sangat salah. Memang banyak sekali pebisnis MLM yang berhasil meraih penghasilan dalam jumlah begitu besar per bulan. Tapi untuk mendapatkan penghasilan tinggi tersebut, mereka harus menjalani proses yang sangat panjang bahkan ada yang menyebutnya sangat melelahkan.

Sama seperti bidang usaha lainnya, bisnis MLM harus dijalankan dengan penuh dedikasi dan semangat juang yang tinggi. Tanpa itu semua, tidak mungkin keberhasilan akan dapat diraih oleh pelakunya.

2. Tidak Mempunyai Target Secara Jelas 

Ketika ditanya tentang alasan kenapa tertarik bergabung dengan bisnis MLM, sebagian besar orang selalu mengasih 3 macam jawaban. Masing-masing dari jawaban tersebut adalah ingin mendapatkan komisi penjualan yang tinggi, bonus besar dan penghasilan sebanyak mungkin.

Semua jawaban tersebut memang bisa dibenarkan, karena MLM memang menjanjikan semua yang diinginkan dari para pelakunya. Akan tetapi harus diingat jika setiap pelaku MLM harus mampu menentukan target komisi, bonus serta penghasilan sesuai yang diinginkan. Misalnya dalam jangka waktu 6 bulan harus bisa memperoleh pemasukan berapa rupiah, lalu di jangka waktu setahun, 2 tahun dan seterusnya.

Selama ini banyak pebisnis MLM yang tidak memiliki target pemasukan secara jelas. Alasan yang paling sering dikemukakan karena merasa takut tidak mampu mencapai target tersebut. Padahal jika ingin sukses, setiap pelaku MLM harus berani memasang target secara jelas.

Jangan takut menentukan target, misalnya dalam jangka waktu 3 bulan harus sudah berhasil meraih penghasilan sekian juta atau sekian puluh juta rupiah. Meski kadangkala target yang ditentukan ini terlambat diraih, namun paling tidak sudah memiliki gambaran atas bisnis yang dijalankan tersebut.

3. Modal Operasional Yang Kurang Mencukupi

MLM merupakan bisnis yang tidak membutuhkan modal tinggi. Meskipun demikian sangat disarankan para pelakunya untuk tidak segan belajar dari berbagai media. Seperti hadir dalam seminar, belanja buku pengetahuan dan sebagainya. Kegiatan-kegiatan seperti ini adakalanya memang perlu dana yang lumayan besar.

Namun dibalik itu semua, jika proses pembelajaran ini dilakukan secara benar dan kontinyu tentu akan mendapatkan hasil yang sangat sepadan. Karena melalui pembelajaran inilah para pelaku MLM akan memperoleh ilmu-ilmu baru terkait dengan bisnis yang ingin ditekuninya tersebut.

4. Tidak Punya Mentor Atau Guru

Setelah mendapatkan banyak ilmu baru dari berbagai media seperti yang diterangkan di atas, ternyata masih ada pebisnis MLM yang melakukan kesalahan berikutnya yaitu tidak memiliki mentor atau guru. Semua ilmu yang sudah dipelajari, harus dipraktekan dibawah bimbingan mentor yang sudah berpengalam di dunia MLM.

Lalu bagaimana cara mendapatkan mentor tersebut?. Cara terbaiknya yaitu rajin bertanya dan berkomunikasi dengan pihak sponsor atau upline. Karena itu, ketika mau bergabung di suatu MLM, carilah upline yang benar-benar ahli dan berpengalaman dalam bidang bisnis MLM.

5. Masuk Dalam Jebakan Manajemen Trap

Maksud dari manajemen trap yang seringkali menimbulkan kesalahan besar di antara pebisnis MLM terdiri dari 2 macam. Pertama, pebisnis MLM tersebut kesulitan mencari member baru atau downline. Meskipun telah mendapat beberapa downline sekaligus, tetap merasa khawatir jika para downline itu akan lari darinya.

Rasa takut ini kemudian dihilangkan dengan cara memberi layanan secara berlebihan kepada para downline. Seperti membiayai ongkos operasional mereka dan sejenisnya. Bahkan hal ini juga dilakukan terhadap downline yang terlihat malas dalam mengerjakan tugas-tugasnya.

Cara seperti ini sama sekali tidak dibenarkan. Setiap upline memang punya kewajiban untuk membantu para downline-nya. Akan tetapi pemberian bantuan ini hanya sebatas dalam wujud dukungan semangat, pelatihan atau training, proses pendaftaran atau adminitrasi dan lainnya.

Untuk mencapai kesuksesan besar setiap pelaku MLM harus mempunyai jiwa kepemimpinan yang kuat. Daripada memiliki downline yang banyak namun selalu malas bekerja, lebih baik punya downline sedikit saja akan tetapi mudah dibina dan diajak untuk bergerak maju secara bersama-sama. Jadi, pilih dan seleksi calon downline sebelum diajak untuk bergabung.

Kesalahan manajemen trap kedua dalam bisnis MLM yang acapkali terjadi, berkaitan dengan fokus dalam berbisnis. Hanya karena ingin meraih pendapatan dan penghasilan yang setinggi-tingginya, banyak pebisnis yang bergabung di beberapa perusahaan MLM sekaligus. Langkah ini merupakan sebuah kesalahan yang sangat fatal. Apalagi jika dilakukan pada perusahaan-perusahaan MLM yang produknya berbeda-beda.

Setiap jenis produk yang dikeluarkan oleh perusahaan MLM pasti mempunyai karakter yang tidak sama, termasuk target atau pangsa pasarnya. Jika bergabung di perusahaan-perusahaan MLM yang berbeda-beda, tentu konsentrasi dalam bekerja akan terpecah-pecah. Akibat dari semua ini, bukanlah kesuksesan yang berhasil diraih melainkan kegagalan total dan akhirnya jadi bangkrut.

6. Tidak Mau Belajar Untuk Mandiri

Setelah resmi bergabung dalam suatu bisnis MLM, pasti akan dikasih berbagai pelatihan dan bimbingan baik dari trainer perusahaan maupun dari upline. Dari mereka inilah pelaku MLM dapat belajar untuk mengembangkan bisnis mereka, seperti yang diterangkan pada poin ke-4 dalam artikel ini.

Akan tetapi, pembelajaran dari mereka harus selalu dibarengi dengan kemandirian. Jadi jika suatu saat nanti menghadapi masalah, dapat diselesaikan sendiri tanpa mengharapkan bantuan dari para mentor tersebut. Sebaiknya mereka hanya dijadikan sebagai tempat untuk bertanya dan konsultasi saja.

Selama ini yang sering terjadi adalah, sebagian besar pebisnis MLM selalu mengharap lebih dari upline atau pembimbing dari perusahaan guna membantu tugas pekerjaan mereka. Ketika kondisi ini terlalu sering berlangsung, pebisnis MLM tersebut dapat dikatakan sebagai sosok yang tidak mandiri.
Sifat tidak mandiri ini akan berdampak pada kesuksesan yang ingin diraih. Makin tidak dapat mandiri, tentunya akan semakin jauh dari cita-cita mendapat penghasilan tinggi.

Oleh karena itu setiap muncul masalah, sebaiknya dicoba lebih dahulu untuk diselesaikan sendiri. Karena dengan cara seperti inilah permasalahan tersebut makin cepat diatasi tanpa menunggu proses yang memakan waktu lama.

Semoga ulasan tentang kesalahan yang harus dihindari saat menjalankan bisnis MLM ini bisa bermanfaat untuk semuanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *