Mengenal Lebih Dekat Bisnis MLM Online dan Strategi Menjalankannya

Beberapa tahun belakangan ini makin sering terdengar sebuah istilah Multi Level Marketing atau MLM online. Sebelum membahas maksud dari istilah MLM online ini, ada baiknya tahu lebih dahulu tentang masalah terbesar yang biasanya dihadapi oleh setiap pelaku usaha MLM setelah bergabung dalam bisnis ini.

Masalah tersebut berkaitan dengan teknik penjualan produk dan cara merekrut downline atau anggota MLM baru. Munculnya kedua macam permasalahan ini sebetulnya merupakan suatu hal yang sangat wajar dan selalu dialami oleh para pegiat MLM yang masih baru.

Di sisi lainnya, setiap perusahaan MLM pasti selalu memberi bekal pada para pebisnis MLM tersebut dalam bentuk training, pelatian, panduan dan sebagainya. Tapi sayangnya, sebagian besar bantuan dan dukungan ini hanya berbentuk konvensional saja.

Dalam hal ini, para aktivis MLM diharuskan menemui para calon downline baru dan kegiatan ini dinamakan sebagai prospek. Melalui prospek tersebut, pebisnis MLM akan menerangkan dan mempresentasikan peluang bisnis MLM beserta produk-produknya kepada mereka.

Metode konvensional ini tentu saja membutuhkan waktu lama dan tenaga besar. Apalagi jika calon downline baru tersebut tinggal di tempat yang jaraknya berjauhan. Padahal di sisi yang lain calon downline baru tersebut belum tentu bersedia bergabung di bisnis MLM yang akan ditawarkan atau sekedar membeli produknya saja.

Meskipun demikian, teknik ini tidak salah untuk dipraktekan. Hanya saja sebaiknya berusaha mencari metode lain yang lebih efisien dengan hasil yang juga sangat memuaskan. Dan yang tidak kalah penting, tidak muncul kesan bahwa pebisnis MLM terlalu bernafsu mengejar dan mengajak banyak orang untuk menjadi anggota mereka.

Kenali MLM Online dan Masalah yang Sering Muncul

Terkait dengan penjelasan di atas, maka dibutuhkan sebuah metode yang lebih jitu agar dapat mendatangkan hasil yang semakin optimal. Metode terbaru inilah yang kemudian seringkali disebut sebagai MLM online. Apalagi saat ini sudah banyak yang menyadari adanya sebuah kekuatan besar dari metode MLM online.

Para pelaku MLM tersebut menggunakan teknologi internet sebagai media pemasaran produk dan mengembangkan bisnisnya. Hanya yang sering menjadi masalah adalah, teknik dari para pelaku MLM saat menjalankan kegiatan promosi dalam jaringan internet tersebut selalu sama tanpa ada keistimewaan sama sekali.

Mereka hanya sekedar membikin situs bisnis dengan desain website yang hampir seragam. Hal yang sama juga sering terjadi pada konten beserta fitur-fiturnya, tidak ada perbedaannya. Termasuk juga teknik pemasaran melalui sosial media seperti facebook atau instagram. Tentu kesamaan ini akan menimbulkan kebosanan dari pengunjung dan pembaca internet.

Strategi MLM Online yang Berbeda

Agar dapat berhasil mengajak banyak orang untuk bergabung di bisnis MLM secara online di jaringan internet, dibutuhkan sebuah strategi khusus yang berbeda. Hal paling mendasar yang perlu dilakukan oleh pegiat MLM adalah, jangan mempromosikan produk apalagi perusahaan MLM itu sendiri.

Sebaiknya yang dipromosikan merupakan sosok diri sendiri atau self branding. Teknik seperti ini bisa dilakukan melalui beberapa macam cara. Misalnya membuat blog, membuat fanspage di facebook atau membuat akun khusus di instagram. Melalui metode-metode ini, hasil yang akan didapat akan menjadi lebih memuaskan.

Melalui self branding, pelaku MLM akan dianggap orang sebagai sosok yang memiliki nilai lebih dibandingkan lainnya. Selain itu dari self branding pula, akan tercipta pandangan positif dari orang lain.

Misalnya bila punya niat berbisnis MLM yang menjual produk kesehatan, pelakunya mampu tampil sebagai sosok yang senantias sehat dan bugar sepanjang hari. Jadi secara otomatis bisa menjadi lebih mudah memperoleh anggota baru untuk bergabung dalam bisnis MLM.

Kelebihan MLM Online dengan Cara Self Branding

Ada banyak keuntungan yang didapat ketika seseorang berhasil melakukan self branding saat berbisnis MLM secara online. Pertama, akan mampu menghadapi persaingan dengan pebisnis lain yang sama-sama melakukan promosi melalui jaringan internet.

Selain itu pebisnis MLM tersebut tidak perlu repot lagi mencari prospek atau downline baru. Hal ini terjadi karena orang melihat pelaku MLM ini punya manfaat besar untuk mereka dan tidak sungkan bergabung atau mengikutinya. Sehingga MLM yang dijalaninya bisa maju dan berkembang secara lebih cepat dan pesat.

Syarat Mindset dan Skillset

Sejak bergabung dalam suatu bisnis MLM orang akan terikat pada segala macam aturannya, Tetapi jika berhasil melakukan self branding, maka seakan-akan pelaku bisnis MLM tersebut memiliki bisnis sendiri. Tetapi agar self branding dalam kegiatan MLM ini bisa berjalan baik dan lancar, pelakunya harus dapat memenuhi dua syarat sekaligus yaitu mindset dan skillset. Keduanya perlu dijalankan secara konsisten bahkan kadangkala butuh waktu yang agak lama.

Mindset berhubungan kuat dengan urusan kepribadian. Contohnya seperti yang telah diulas di bagian atas. Seseorang yang bergabung dalam suatu bisnis MLM dengan produk yang punya kaitan dengan kesehatan, tentu harus dapat tampil sebagai sosok sehat dan tidak mudah sakit.

Kemudian sebagai nilai tambah dari kegiatan yang dinamakan self branding ini, bangun satu kesan lain tapi tetap berkaitan dengan urusan kesehatan. Misalnya olahraga, fitness, program penurunan berat badan dan sebagainya. Melalui kegiatan-kegiatan yang diulas dan ditunjukan dalam MLM online, maka pelaku bisnis tersebut akan semakin dipercaya oleh orang lain.

Selanjutnya untuk urusan yang berhubungan dengan skillset, ada beberapa strategi lain yang juga harus dijalankan. Tentu saja, semuanya dilakukan secara online tanpa harus bertemu dan bertatap muka secara langsung. Adapun strategi yang dimaksud antara lain:

1. Memikat Orang Lain Agar Bisa Mengenal Melalui Internet

Untuk memikat orang lain agar tertarik bergabung pada bisnis MLM, pelakunya harus punya nilai lebih tertentu atau added value. Dari sini, sosok pelaku MLM tersebut selalu dipandang sebagai orang yang mempunyai daya pikat tinggi, orang juga akan semakin suka dan senang dengan pebisnis MLM tersebut.

2. Menjaring Banyak Orang

Setelah berhasil memikat dan membuat orang merasa suka atau senang, terdapat langkah lain yang perlu dijalankan secepatnya yaitu menjadikan mereka untuk masuk sebagai penggemar. Orang-orang yang telah jadi penggemar ini sebaiknya dibuatkan semacam komunitas khusus, dengan tujuan bisa dilakukan tindak lanjut atau follow up berikutnya secara lebih mudah.

3. Menjalankan Follow Up

Meski sudah jadi penggemar, belum tentu orang-orang ini akan langsung percaya pada bisnis MLM yang ditawarkan pada mereka. Sebab proses perkenalannya baru berlangsung beberapa saat saja. Untuk itu mereka harus dibuat makin percaya sehingga tidak ragu lagi untuk segera bertindak, yaitu bergabung dalam bisnis MLM dengan menjadi anggota atau downline baru.

4. Merubah Penggemar Jadi Konsumen Dan Downline Baru

Begitu kepercayaan berhasil diperoleh, maka tindakan selanjutnya yaitu merubah penggemar ini untuk dijadikan anggota atau downline baru dalam jaringan MLM. Atau paling tidak, akan menjadi pembeli dan pelanggan setiap atas produk-produk MLM yang ditawarkan ke mereka. Perubahan ini tidak perlu dilakukan melalui ajakan apabila semua prosesnya dapat dijalankan secara baik dan benar.

Demikianlah penjelasan sederhana tentang kegiatan bisnis MLM online beserta beberapa tips atau strategi-strategi yang perlu dijalankan. Dibanding model konvensional, tentu saja MLM online jauh lebih menguntungkan. Jadi sangat bagus untuk dipelajari dan dipraktekan secara langsun oleh para pebisnis Multi Level Marketing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *