Rahasia Sukses Mengajak Orang Untuk Bergabung Dalam Bisnis MLM

Salah satu kegiatan terpenting dan wajib hukumnya untuk dilakukan saat berbisnis MLM atau Multi Level Marketing adalah prospek orang. Arti dari kegiatan itu yaitu menjalankan proses promosi dan sejenisnya, agar semakin banyak orang yang mau bergabung dan jadi downline atau anggota baru dalam jaringan bisnis MLM.

Meski sifatnya wajib terutama bagi para pebisnis MLM yang ingin memperoleh penghasilan tinggi, tapi pada kenyataannya banyak yang merasa tidak mampu menjalankan tugas ini. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa metode dan teknik tertentu agar pebisnis MLM dapat dengan mudah mengajak orang lain untuk masuk dalam jaringan kerja MLM tersebut.

1. Tidak Boleh Terlalu Fokus Terhadap Hasil

Banyak orang yang lebih senang memberi penilaian pada hasil akhir sebuah pekerjaan, bukan pada proses kerja itu sendiri. Padahal yang lebih baik adalah, ketika ingin mengerjakan suatu tugas, yang harus dipikirkan paling utama yaitu cara menjalankannya, bukan bagaimana nanti hasilnya.

Demikian pula saat melakukan prospek dalam bisnis MLM, jangan sekalipun berpikir apakah prospek ini nantinya akan diterima atau ditolak. Intiya, jalin hubungan komunikasi yang lebih baik dan akrab lebih dulu dengan calon prospek tersebut.

Apabila hanya berpikir tentang hasil prospeknya saja dan ternyata mendapat penolakan, pasti akan memunculkan ketakutan atau trauma saat melakukan prospek berikutnya. Bahkan tanpa disadari prospek yang dilakukan akan berubah menjadi semacam pemaksaan.

2. Jangan Menjadi Pencari Prospek

Setiap waktu, pebisnis MLM selalu berpikir untuk menemukan prospek baru dan seringkali disertai dengan harapan tinggi agar prospek tersebut bersedia menjadi anggota MLM secepat mungkin. Pola pikir semacam ini tidak dibenarkan sama sekali. Karena setelah dikuasai oleh pemikiran tersebut, karakter pemaksaan dapat muncul kembali.

Sewaktu mencari prospek baru, pikirkan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah usaha besar demi membantu orang lain. Istilahnya saling berbagi pemecahan masalah dan solusi. Jadi jika mendapat penolakan, anggap saja bahwa orang tersebut sedang tidak mau dibantu. Sehingga tidak menimbulkan kekecewaan dan frustasi dalam bekerja.

3. Menahan Diri

Tips berikutnya ketika melakukan prospek dalam rangka pengembangan bisnis MLM adalah selalu berusaha menahan diri. Maksudnya adalah tidak memberi informasi secara berlebihan pada calon prospek. Apalagi jika disertai dengan penjelasan tentang kualitas produk maupun kelebihan bisnis MLM tersebut dengan cara yang menggebu-gebu.

Metode penawaran semacam ini justru bisa membuat calon prospek atau calon konsumen jadi tidak suka kemudian memutuskan untuk menolak penawaran. Dari sisi psikologi, orang tidak senang apabila ada orang lain yang menawari sesuatu kepada dirinya secara langsung. Hal ini dikarenakan munculnya perasaan bahwa dirinya hanya sekedar dimanfaatkan saja.

4. Menjadi Diri Sendiri

Banyak pelaku MLM yang meniru secara utuh cara-cara yang dijalankan oleh pembina atau mentornya saat menjalankan prospek. Metode ini memang tidak salah untuk dilakukan, tetapi sebaiknya tidak meniru secara bulat 100% begitu saja.

Cobalah untuk menjadi diri sendiri ketika sedang bicara dan menggunakan bahasa tubuh saat berkomunikasi dengan orang lain. Jika merasa kurang pandai berkomunikasi, lebih baik rajin menjalani pelatihan dibandingkan meniru gaya komunikasi orang lain. Setiap pebisnis MLM harus mampu tampil sebagai sosok yang mewakili dirinya sendiri.

5. Jangan Pernah Takut Terjadi Kesalahan

Tidak ada yang sempurna di seluruh dunia kecuali Tuhan Yang Maha Esa. Jadi ketika sedang mencoba dan belajar menjalani prospek bisnis MLM, jangan pernah merasa takut melakukan kesalahan. Apalagi takut ditolak atau takut menjadi bahan omongan orang lain atas kegiatan yang dilakukannya tersebut.

Sebagus apapun orang MLM melakukan prospek, pasti ada sisi kekurangan serta kelemahan. Bahkan pebisnis MLM yang sudah berpengalaman sekalipun, tetap ada kemungkinan punya kesalahan. Lakukan kegiatan tersebut secara terus menerus disertai dengan belajar agar dapat melakukan prospek secara lebih baik.

6. Mengurangi Bicara Dan Lebih Banyak Mendengar 

Biasanya orang MLM yang saat menjalani prospek lebih suka bicara dibanding mendengar omongan dari orang yang diprospek. Ini merupakan sebuah kesalahan yang sangat besar dan fatal dan metode semacam ini sama sekali tidak disarankan bahkan dilarang.

Pebisnis MLM harus lebih sering mendengar dibanding bicara. Tujuannya adalah agar dapat memahami permasalahan orang tersebut entah dari segi finansial, kesehatan dan sebagainya. Dari keluh kesah permasalahan inilah pebisnis MLM akan menjadi lebih mudah menawarkan solusi.

Solusi tersebut berupa penawaran produk atau bergabung menjadi downline di MLM. Sehingga tanpa dimintapun, orang yang diprospek akan dengan senang hati memilih apa saja yang disarankan oleh pihak yang melakukan prospek.

7. Pengaturan Jadwal Sebaik Mungkin

Pebisnis MLM tidak boleh berpikir bahwa setiap berjumpa dengan calon prospek pasti akan terjadi penambahan downline baru atau ada produk yang dapat terjual. Pikiran seperti ini juga sangat salah.
Jika harapan tersebut selalu muncul dalam pikiran, maka muncul kembali gaya pemaksaan kepada calon prospek. Akibatnya calon prospek justru mundur bahkan tidak mempunyai rasa ketertarikan sama sekali atas bisnis MLM yang ditawarkan pada mereka.

Salah satu nilai terpenting dalam masalah ini adalah rajin melakukan tindak lanjut atau follow up atas kegiatan prospek yang telah dilakukan. Berdasarkan hal ini, buat jadwal khusus untuk melakukan prospek dan kegiatan follow up sesudah prospek dijalankan.

Pengaturan jadwal ini juga tidak boleh dilakukan secara berlebihan dan atur sedemikian rupa agar terasa lebih alami. Maksudnya ketika dihubungi atau diajak ketemu, calon prospek akan merasa tidak ada unsur promosi berlebihan.

Melalui penjadwalan yang dibuat sebagus mungkin calon prospek akan semakin percaya jika dirinya akan mendapat bantuan solusi, bukan pemaksaan. Untuk itu jangan menghubungi dan mengajak bicara calon prospek setiap hari dengan waktu yang sama. Cara semacam ini justru akan membuat calon prospek tidak suka dan selalu menghindar saat didatangi atau dihubungi.

8. Hilangkan Perasaan Gugup

Rasa gugup yang dialami seseorang dapat dengan cepat dan mudah dirasakan oleh orang lain. Hal ini bisa terjadi karena perasaan gugup tersebut akan menimbulkan perubahan pada gaya bicara, suara mulut dan bahasa tubuh. Semua akan terasa aneh saat didengar dan dilihat orang lain di sekitarnya.
Sehingga ketika sedang menjalankan propek, jangan pernah sekalipun berpikiran negatif dan jalani tugas tersebut dengan penuh rasa percaya diri. Ajak calon propek mengobrol santai dan ciptakan suasana kekeluargaan yang begitu ramah. Hilangkan kesan formal, karena kegiatan prospek dalam bisnis MLM memang harus dijalankan dalam wujud persahabatan.

9. Menemukan Masalah Dan Mencarikan Solusi

Sebagai tips terakhir yang merupakan rahasia sukses untuk mengajak orang lain agar bersedia bergabung dalam bisnis MLM yaitu selalu menemukan masalah sekaligus mencari solusinya. Setiap pebisnis MLM harus bisa mendekati secara personal calon prospek, sehingga orang ini tidak merasa ragu menceritakan semua permasalahan yang sedang dihadapi.

Setelah mengetahui permasalahan tersebut, kemudian pilih waktu terbaik untuk memberikan bantuan solusi sekaligus menawarkan bisnis MLM kepada calon prospek. Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, penawaran dilakukan sewajarnya saja.

Hindari penggunaan gaya bahasa dan tatanan kalimat yang bersifat menggurui, agar mampu menghadirkan perasaan positif dan kepercayaan tinggi di benak mereka. Sehingga tidak akan ada lagi rasa segan bergabung dalam bisnis MLM dan menjalaninya dengan semangat tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *